Prihatin dengan keadaan Temanggung sekarang, mengenang masa lalu dimana Temanggung pernah mendapatkan Adipura, berharap agar dimasa depan Temanggung menjadi lebih baik lagi, agar “Temanggung Bersenyum” benar-benar bisa bersenyum kembali.
Ide ini menjadi awal terciptanya ilustrasi seseorang sedang tersenyum, bahkan sampai meringis yang diadopsi dari ikon smile di “Yahoo Messenger”, sebuah ikon yang banyak dipakai untuk menunjukkan ekspresi seseorang.
Tulisan di bagian belakang kaos adalah istilah2 dalam bahasa jawa yang kurang lebih artinya sama yaitu ekspresi tersenyum atau tertawa, mencoba mengingatkan “apakah anda sudah tersenyum hari ini?”.
Pertanyaan ini mengandung tujuan antara lain :
- Pentingnya tersenyum setiap hari sebagai tanda optimis dalam menatap masa depan, mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan, juga tersenyum dalam arti sabar, “nerimo” dan berbesar hati bila mendapat cobaan dari yang Maha Kuasa.
- Dengan tersenyum akan memberi pengaruh positif bagi diri sendiri maupun orang lain, membuat kita bertambah sehat secara lahir batin.
Sedangkan sifat2 yang negatif / kebalikan dari ekspresi tersenyum di beri warna lebih gelap sebagai tanda agar kita menjauhi sifat2 yang terdapat dalam kata-kata tersebut. Kalimat “Lakukan sekarang juga, tapi jangan terlalu lama”, untuk memberi makna bahwa untuk tersenyum (sebagai olah raga / senam muka) dapat dilakukan segera mungkin (gage), kecuali kalo sedang sariawan atau sakit gigi. Sedangkan kalimat yang terakhir sekedar untuk ‘Jok’ karena bisa berakibat bisa kering giginya maupun disangka kita lagi….kumat.
Kode G.ST Tersedia pertengahan Juli 2008
Warna kaos Hijau Tua mengangkat tema “Hijaukan Bumiku”, mengangkat isu pemanasan global, penebangan hutan yang liar, banyaknya polusi udara yang bisa merusak alam, sehingga bumi menjadi “sakit”, salah satu cara adalah dengan mengadakan gerakan penghijuan / penanaman kembali hutan2 dan lain sebagainya, dan menempatkan kembali posisi manusia agar bisa bersatu dengan alam. Kita bisa mengingat kembali pepatah “ Alam bisa hidup tanpa manusia, namun manusia tidak bisa hidup tanpa alam, pentingnya kesadaran manusia sebagai khalifah / pemimpin di muka bumi ini untuk merawat alam yang menjadi tempat bernaung.
Ilustrasi rerumputan dan kehadiran capung2 memberi nuansa kembali ke alam, kembali ke desa, kembali ke ibu pertiwi, simbol akan suasana yang sejuk, damai, asri gemah ripah lohjinawi, toto titi tentrem, karto raharjo.
Kode G.HB Tersedia pertengahan Juli 2008






















