header image
 

Desain 5, 6

Prihatin dengan keadaan Temanggung sekarang, mengenang masa lalu dimana Temanggung pernah mendapatkan Adipura, berharap agar dimasa depan Temanggung menjadi lebih baik lagi, agar “Temanggung Bersenyum” benar-benar bisa bersenyum kembali.

Ide ini menjadi awal terciptanya ilustrasi seseorang sedang tersenyum, bahkan sampai meringis yang diadopsi dari ikon smile di “Yahoo Messenger”, sebuah ikon yang banyak dipakai untuk menunjukkan ekspresi seseorang.

Tulisan di bagian belakang kaos adalah istilah2 dalam bahasa jawa yang kurang lebih artinya sama yaitu ekspresi tersenyum atau tertawa, mencoba mengingatkan “apakah anda sudah tersenyum hari ini?”.

Pertanyaan ini mengandung tujuan antara lain :

-      Pentingnya tersenyum setiap hari sebagai tanda optimis dalam menatap masa depan, mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan, juga tersenyum dalam arti sabar, “nerimo” dan berbesar hati bila mendapat cobaan dari yang Maha Kuasa.

-      Dengan tersenyum akan memberi pengaruh positif bagi diri sendiri maupun orang lain, membuat kita bertambah sehat secara lahir batin.

Sedangkan sifat2 yang negatif / kebalikan dari ekspresi tersenyum di beri warna lebih gelap sebagai tanda agar kita menjauhi sifat2 yang terdapat dalam kata-kata tersebut. Kalimat “Lakukan sekarang juga, tapi jangan terlalu lama”, untuk memberi makna bahwa untuk tersenyum (sebagai olah raga / senam muka) dapat dilakukan segera mungkin (gage), kecuali kalo sedang sariawan atau sakit gigi. Sedangkan kalimat yang terakhir sekedar untuk ‘Jok’ karena bisa berakibat  bisa kering giginya maupun disangka kita lagi….kumat.

Kode G.ST  Tersedia pertengahan Juli 2008

 

Warna kaos Hijau Tua mengangkat tema “Hijaukan Bumiku”, mengangkat isu pemanasan global, penebangan hutan yang liar, banyaknya polusi udara yang bisa merusak alam, sehingga bumi menjadi “sakit”, salah satu cara adalah dengan mengadakan gerakan penghijuan / penanaman kembali hutan2 dan lain sebagainya, dan menempatkan kembali posisi manusia agar bisa bersatu dengan alam. Kita bisa mengingat kembali pepatah “ Alam bisa hidup tanpa manusia, namun manusia tidak bisa hidup tanpa alam, pentingnya kesadaran manusia sebagai khalifah / pemimpin di muka bumi ini untuk merawat alam yang menjadi  tempat bernaung.

Ilustrasi rerumputan dan kehadiran capung2 memberi nuansa kembali ke alam, kembali ke desa, kembali ke ibu pertiwi, simbol akan suasana yang sejuk, damai, asri gemah ripah lohjinawi, toto titi tentrem, karto raharjo.

Kode G.HB  Tersedia pertengahan Juli 2008

Desain 3, 4

Desain 3 : LET’S GAGE NGOPO WAE, SING PENTING SAE

Ini tema tentang sign system ,seperti sebuah rambu2  lalu lintas dan petunjuk arah, desain depan adalah sebuah plat nomor luar negeri  dengan tulisan G 4 GE, dibawahnya tertulis Kaos Temanggungan. Desain belakang bertuliskan LET’S GAGE NGOPO WAE SING PENTING SAE, yang arti bebasnya adalah “ayo cepat, berbuat apa saja yang penting baik / positif” dengan tambahan simbol arah panah kekanan (mengajak kepada kebaikan). 
LET’S GAGE adalah paduan kata-kata LET’S GO (bahasa Inggris) dan GAGE (bahasa jawa) yang kurang lebih artinya sama yaitu mari kita pergi /mari berbuat sesuatu, kemudian digabung menjadi LET’S GAGE   
Desain ini bercerita tentang sesuatu (yang bisa diasosiasikan apa saja) atau sebuah sistem, mobil, rumah tangga, keluarga, organisasi / kelompok, bahkan individu, dengan semangat menyala,  tenaga penuh, kekompakan sebuah tim, persiapan yang matang untuk disalurkan menjadi suatu kegiatan yang positif (sae- bahasa jawa=baik), berproses, berjuang untuk menggapai tujuan. Mau kemana arah sebuah langkah tergantung kita sendiri yang menentukan, saatnya  LET’S GAGE NGOPO WAE 

Gabungan dua bahasa  (inggris dan jawa) dipakai untuk mengungkapkan secara santai, sedikit bercanda dengan kata-kata, bahwa sekarang ini sudah zaman globalisasi, bagaimana kita berinteraksi dengan dunia luar dan bagaimana kita menyikapinya, lebih baik menjadi diri kita yang sebenarnya namun bisa eksis didunia, dimana kita berada sekarang.

 

KODE : G.LG

Kaos Katun, sablon rubber, warna hitam, ukuran standar GAGE, tersedia dalam ukuran M, L, XL, harga Rp. 45 ribu, ukuran 3L harga Rp.50 ribu  (belum termasuk ongkos kirim) 

Kaos tersedia (ukuran L abis nih, sedang proses cetak ulang)

 

Desain 4 : GET THE SPIRIT, GET THE POWER, DO THE BEST

Desain ini berkarakter anak muda dan bergaya muda yang enerjik.

Ide ini berawal dari kekeliruan pembacaan merek GAGE – Kaos Temanggungan dengan (GAGE dibaca GA-GE) yang dibaca dalam bahasa inggris (GAGE dibaca Gej) seperti pada seri produk salah satu merek Handphone, kemudian dimanfaatkan dengan memberi kesan “bergaya barat” dan Modern futuristic.

Silakan saja GAGE dibaca Gej (atau bisa sekalian ‘Kaos Temanggungan’ diganti ‘Temanggung T’shirt)

Yang jelas makna dan semangat dari GAGE sebagai identitas terasa masih kental.

GET THE SPIRIT, GET THE POWER, DO THE BEST, dapatkan semangatnya, dapatkan kekuatannya, kemudian lakukan sesuatu yang terbaik, sebuah motivasi GAGE untuk segera menjemput masa depan yang lebih baik, lebih bermakna dan bermanfaat, tinggalkan masa lalu yang kelabu, tinggalkan kesedihan, patah hati maupun hal-hal lain yang menghambat masa depan.

Jadikan perjalanan tersebut menjadi pengalaman, pelajaran dan hikmah.

Jadikan hal tersebut menjadi semangat dan kekuatan untuk segera berbuat sesuatu yang berarti dan lebih baik. Berbuat sesuatu yang terbaik dari diri kita.

 

KODE : G.GS

Kaos Katun, sablon rubber, warna abu-abu tua, ukuran standar GAGE, tersedia dalam ukuran M, L, XL, harga Rp. 45 ribu, ukuran 3L harga Rp. 50 ribu  (belum termasuk ongkos kirim)

Kaos tersedia

 

 

 

 

 

Desain 1, 2

Desain 1 : GAGE  Gekndang Tumandang, rasah kesuwen ongkang-ongkang

Desain dan produk pertama yang mengangkat spirit GAGE - Kaos Temanggungan

Arti bebasnya adalah “CEPAT, Cepatlah melakukan sesuatu, tidak usah terlalu

lama duduk santai”. Sebuah pepatah lama ” Kalau sudah duduk, lupa berdiri”

yang dikembangkan & diungkapkan dalam bahasa jawa, sebuah ajakan untuk

segera melakukan sesuatu, dengan giat belajar maupun bekerja, mencari

solusi & jalan keluar yang kreatif atas suatu masalah yang membelenggu.

Bisa juga diartikan sebagai bentuk kritik dan sindiran akan sebuah jabatan,

sebuah posisi yang nyaman hingga melupakan tugas utama, terlalu larut

duduk dan menikmati fasilitas yang diberikan. Saatnya bangkit, bergerak, berfikir,

berkreasi, berkarya dan melayani, jadikan hidup ini bermanfaat bagi sesama.

Waktu sangatlah berharga, sangat disayangkan bila digunakan untuk hal-hal

yang sia-sia, negatif atau tidak berguna.

KODE : G.GG

Kaos Katun, sablon rubber, warna hitam, ukuran standar GAGE, tersedia dalam ukuran M, L, XL, harga Rp. 45 ribu, ukuran 3L harga Rp.50 ribu  (belum termasuk ongkos kirim)

Masih tersedia ukuran XL dan 3L (sedang proses cetak ulang untuk semua ukuran)

 

Desain 2 : Otot Kawat Balung Wesi, Awak Kuwat Body Seksi, tidak seksi uang kembali

Pepatah ini sudah lama kita kenal, sebuah pepatah untuk menunjukkan kekuatan seorang tokoh wayang yang sakti mandraguna bernama Gatot kaca, saking saktinya ibarat otonya terbuat dari kawat dan tulangnya dari besi. Pepatah ini diparodikan / diplesetkan dengan penambahana Awak kuwat Body Seksi.

Seperti diketahui, karakter orang yang kuat secara fisik adalah para olahragawan antara lain binaraga, yang mempunyai badan yang proporsional, kekar dan berisi, macho dan juga seksi sehingga pepatah lama tadi menjadi bergaya pop / masa kini, dengan penambahan kalimat tersebut.

Penambahan kalimat tidak seksi uang kembali, seolah ingin memberi garansi dan jaminan sebuah kerja keras, tidak mungkin seseorang akan mencapai suatu kesuksesan dengan cara yang ringan dan mudah, diperlukan kerja keras, perjuangan dan pengorbanan.

KODE : G.OK

Kaos Katun, sablon rubber, warna merah cabe, ukuran standar GAGE, tersedia dalam ukuran M, L, XL, harga Rp. 45 ribu, ukuran 3L harga Rp.50 ribu (belum termasuk ongkos kirim)

Kaos tersedia

 

 

GAGE

Ini sebuah gagasan, untuk memberi warna dan menambah ikon baru bagi Temanggung , atas dasar kecintaan pada kampung halaman, berpetualang dan berbagi spirit, untuk kemudian memberikan sedikit kenang-kenangan berupa buah tangan.